TERNYATA, INI LOH
BAHAYA RANSEL KELEBIHAN BERAT! WASPADALAH !
Kita sebagai
orang tua harus mengamati, mengapa anak
anak kita enggan untuk pergi ke sekolah. Salah satu alasan mereka ingin bolos
sekolah adalah, karena beban berat ransel mereka.
Beban pertama dalam pikiran mereka adalah beratnya buku-buku. Hal ini dapat menyebabkan rentang perhatian yang pendek. Orang
tua harus sedini mungkin memeriksa berat tas sekolah mereka.
Beban maksimal punggung adalah 10% -
15% dari berat badan mereka.
Membawa ransel ringan pun dapat menyebabkan masalah otot skeletal, terutama jika anak anak menumpukannya pada satu bahu.
Dengan beban di punggung, secara otomatis anak
anak harus membungkukkan badan ke depan.Tanpa sepengetahuan orang tua, secara bertahap hal itu menyebabkan postur tubuh yang buruk. Bahaya terburuk berdampak pada tulang
belakang.
Tulang belakang adalah tulang-tulang yang menopang kepala dan
membungkus sumsum tulang belakang.
Tulang belakang
atau tulang punggung, terdiri dari serangkaian tulang tulang kecil (vertebra).
Tulang tulang ini ditumpuk satu sama lain, mulai dari dasar tengkorak hingga
panggul. Di antara tiap vertebra terdapat bantalan seperti gel yang dikenal
sebagai cakram. Cakram berfungsi meredam guncangan serta mencegah tulang saling
bergesek satu sama lain.
Ransel yang kelebihan berat memberikan tekanan yang tidak wajar pada otot, ligamen dan cakram. Ini berakibat rusaknya
bagian itu. Ransel yang kelebihan
beban beresiko pada kesehatan dan perkembangan fisik. Pada gilirannya berakibat pada gerakan, karena menghambat pertumbuhan secara keseluruhan.
Hal hal tersebut dapat menimbulkan efek jangka pendek.
Efek jangka pendek sebagai berikut :
• Nyeri punggung, leher, dan bahu
disertai dengan kesemutan (mati rasa) dan kelemahan di tangan.
• Kelelahan awal yang buruk dan
perkembangan postur.
Adapun efek jangka panjang perlu mendapat perhatian serius.
Efek jangka panjang sebagai berikut :
• Ketegangan di leher dan bahu,
menyebabkan sakit kepala.
• Kerusakan pada tulang belakang yang
menyebabkan masalah seperti, menekuk punggung atau membungkuk ke belakang.
• Skoliosis, tulang belakang melengkung
ke samping.
• Masalah pernapasan, karena tekanan pada paru-paru akibat dari
posisi tubuh ke depan atau ke samping.
• Nyeri punggung dan kejang otot di
awal masa dewasa.
• Pertumbuhan tulang yang terhambat
atau tidak normal.
Ada beberapa hal yang orang tua dapat lakukan sebagai
pencegahan antara lain :
• Cek tas ransel tidak kelebihan beban. Ransel biasanya lebih
nyaman digunakan daripada tas yang hanya ditumpukan di satu bahu.
• Kurangi tekanan pada area leher dan
bahu dengan membeli tas yang kokoh dan dirancang dengan baik. Ransel yang
mempunyai bantalan pada
tali yang lebar sangat disarankan.
• Belilah
tas
ransel tidak terlalu besar dengan tali yang bisa diubah ketika anak mulai tumbuh
besar.
• Periksa postur anak setelah dia
meletakkan tasnya. Jika Anda melihat anak Anda sering membungkuk, beban ransel mungkin berlebih.
• Pastikan anak-anak hanya membawa
barang yang mereka butuhkan untuk sekolah saja.
• Konsultasi
pada guru kelas atau kepala sekolah, jika jumlah buku terlalu
banyak karena jadwal wajib dari sekolah. Mungkin sekolah akan membantu
menyediakan loker dengan beberapa aturan khusus bagaimana cara menggunakannya.
• Ubah buku teks dengan buku elektronik
(E-Book). Ide tersebut harus didukung oleh
pemerintah, karena banyak E-Book yang tersedia dapat diunduh melalui
internet. Pemerintah dapat mengalihkan subsidi untuk pengadaan buku menjadi
subsidi untuk pengadaan E- Book.
Anak anak cenderung
malas mengeluarkan dan memasukkan buku buku berkali kali.
Orang tua harus mengedukasi anak anak akan bahaya terburuk
yang akan mereka derita akibat ransel yang kelebihan berat. Postur tubuh yang
buruk sulit sekali di terapi, bahkan bisa dibilang tidak dapat diobati seumur
hidup.
Comments
Post a Comment